Senin, 02 April 2018

Ibadat jalan salib

Saudara-saudara terkasih, pada hari ini kita berkumpul untuk merenungkan sengsara Tuhan kita Yesus Kristus melalui jalan salib-Nya.  Ia rela menderita sengsara sampai wafat terdorong oleh cinta.  Lewat sengsara dan wafat-Nya, Ia ingin membagikan apa yang masih ada pada-Nya, yakni hidup-Nya, nyawa-Nya, demi keselamatan kita.  Dengan mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus, kita ingin semakin menyadari betapa besar kasih Tuhan kepada kita sampai Ia rela membagikan segala yang ada pada-Nya, termasuk hidup-Nya sendiri, kepada kita.  Marilah, sepanjang jalan salib ini, kita mohon agar Tuhan membangkitkan dalam diri kita yang telah dipersatukan dalam Ekaristi, juga mau diutus untuk berbagi.  Semangat berbagi yang sungguh tulus.
Doa Pembuka :
Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, kami bersyukur kepada-Mu, karena pada hari ini Engkau mengumpulkan kami untuk napak tilas perjalanan Tuhan Yesus ke puncak Golgota.  Utuslah Roh Kudus untuk mendampingin kami meniti Jalan Salib ini agar, berkat pertolongan-Nya, kami semakin menyadari betapa besar cinta-Mu kepada kami.  Dan, lewat Jalan Salib ini pula, ajarlah kami agar kami yang telah dipersatukan dalam Ekaristi mau diutus untuk berbagi, semakin tulus berbagi kasih dengan sesama, khususnya yang kecil, lemah, dan menderita.  Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.
Mari kita merenungkan
Yesus yang menjadi kurban
karna cinta kasih-Nya
Perhentian 1
Yesus Dihukum Mati
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Bagaikan penjahat Yesus dihadapkan kepada Pilatus untuk diadili.  Pilatus takut kehilangan simpati rakyat, maka Yesus didera.  Akhirnya demi kepentingan pribadi, Pilatus menjatuhkan hukuman mati yang tidak adil.  Namun Yesus dengan tenang, sabar dan rela menerimanya.
Apakah kita lebih baik dari Pilatus, bila kita mengadili sesama dengan syak dan prasangka?
Apakah kita yang telah dipersatukan dalam Ekaristi lebih mementingkan diri kita sendiri daripada keadilan dan kebenaran?
Apakah kita sabar bila ada salah paham yang merugikan kita?
Apakah kita masih bisa mencinta bila dibenci orang?
Hening…..
Ya Tuhan, untuk menyelamatkan kami, Engkau menerima hukuman mati dengan tenang.  Ajarilah kami untuk menjadi sabar bila kami mengalami ketidakadilan.  Karena cinta kepada-Mu kami pun ingin berbagi kepada sesama terutama yang kecil, lemah, miskin dan cacat; seperti Engkau yang telah rela berkorban untuk kami dalam Ekaristi Kudus.
Anak Domba tak bersalah
ajar kami pun berpasrah
taat pada Bapa-Mu
Perhentian 2
Yesus Memanggul Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Para serdadu mengayam sebuah mahkota duri dan meletakkannya di kepala Yesus.  Setelah diolok-olok, Yesus dibawa keluar, sebuah salib besar diletakkan di atas bahu-Nya.  Yesus menerima beban itu dengan rela dan cinta.  Betapa pahit piala yang harus diminum-Nya.
Apakah kita masih sanggup memanggul salib, bila datang kesulitan dan diejek orang?  Apakah kita tahan menderita bila sakit, atau kita terus mengeluh saja?
Hening…….
Ya Tuhan, dengan rela Kau panggul salib-Mu yang berat karena kelemahan kami.  Berilah kami kekuatan untuk memanggul salib kami yang kecil dibandingkan dengan salib-Mu yang berat.
Tuhan, kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Kayu salib Dia panggul,
Mari kita pun memikul
salib kita di dunia.
Perhentian 3
Yesus Jatuh Untuk Pertama Kali
Kami menyembah Dikau, ya tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Yesus sudah lelah.  Raga-Nya yang perkasa sudah menjadi lemah.  Beban-Nya kelewat berat.  Jalannya mendaki.  Yesus jatuh di bawah salib yang berat ini.  Tetapi Yesus tidak berhenti disitu.  Karena ditopang oleh semangat yang luar biasa.  Ia berusaha bangun kembali dan melanjutkan perjalanan-Nya.
Jatuh memang pengalaman yang tidak enak.  Lebih-lebih bila disaksikan dan diketahui banyak orang.  Apakah kita rela mengakui kesalahan kita waktu jatuh?  Ataukah kita menutup kesalahan kita dengan sombong?  Apakah kita berani bangun kembali dengan rendah hati, ataukah kita tinggal di lantai saja karena malu?
Hening…….
Ya Tuhan, Engkau bersabda, “Hanya yang memikul salib dan mengikut Aku dapat menjadi murid-Ku.”  Dengan rela Kau panggul salib yang berat karena kelemahan kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Tuhan Yesus, tolong kami
bila kami jatuh lagi,
kar’na salib yang berat.
Perhentian 4
Yesus Berjumpa dengan Ibunya
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Maria berdiri di pinggir jalan salib, yang dilewati oleh Putranya.  Mereka saling beradu pandang.  Maria melihat kesedihan Putranya dan turut menanggung segala penghinaan dan kesakitan bersama Dia.
Setia kepada orang yang kuat dan berkuasa, itu lebih mudah daripada setia kepada teman yang namanya jelek dan dimusuhi banyak orang.  Namun kesetiaan ini yang dibutuhkan seseorang untuk tetap bertahan pada cita-citanya.  Beranikah kita setia dan mau bersatu dengan yang kecil, lemah, miskin dan cacat?  Apakah kita yang telah dipersatukan dalam Ekaristi mau diutus untuk berbagi?
Hening…….
Tuhan Yesus yang lembut hati, berilah kami semangat seperti Bunda Maria.  Berilah kami hati yang terbuka untuk mengerti dan menerima keadaan orang lain seperti apa adanya.  Jadikan kami peka untuk menghargai perhatian dan cinta sesama kepada kami sendiri.
Tuhan, kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
O Maria, bunda kudus,
yang setia ikut Yesus,
Kau teladan hidupku.
Perhentian 5
Yesus Ditolong oleh Simon dari Kirene
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Tuhan sendiri tidak sanggup lagi memanggul salib-Nya lebih jauh.  Algojo-algojo memaksa seorang petani yang baru pulang dari ladangnya untuk membantu Yesus memanggul salib-Nya.  Tuhan bersabda, “setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya.”
“Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, demikian kamu memenuhi hukum Kristus”, kata Santo Paulus.  Saling menolong dan berbagi adalah kata-kata yang mudah diucapkan namun tidak mudah dilaksanakan.  Apakah kita masih mempunyai hati yang mau berbagi untuk pengemis yang lapar, orang yang berduka, teman yang terlalu banyak beban; ataukah hati sudah menjadi benteng yang tertutup?  Bantuan, meski kecil, sangat berarti bagi yang membutuhkannya.  Mari berbagi.
Hening…….
Ya Tuhan, kami takut terhadap salib, lembutkanlah hati kami yang keras.  Tumbuhkanlah sikap saling menolong dan berbagi, agar masyarakat kami semakin damai dan sejahtera menurut kehendak-Mu.  Tuhan, Engkau menerima Simon dari Kirene untuk membantu memanggul salib bersama Dikau, ajarilah kami agar kami mau juga berbagi.
Tuhan, kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Apa pun yang kau lakukan,
bagi para penderita,
pada Tuhan berkenan.
Perhentian 6
Veronika mengusap Wajah Yesus
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Veronika melihat penderitaan Yesus dan kekerasan serdadu-serdadu.  Tanpa takut dan malu ia mendekati dan mengusapi wajah Yesus yang berlumuran darah itu.  Sebagai tanda terima kasih-Nya Veronika mendapat gambar wajah Yesus.
Disekitar kita ada orang yang butuh bantuan.  Karena lapar, sakit, jadi korban persaingan, fitnah dan sebagainya; apakah kita berani membantu ataukah kita takut diejek, dicemooh, diasingkan, karena mau melibatkan diri dan berbagi dalam permasalahan sosial?
Hening…….
Ya Tuhan, semoga teladan Veronika membuat kami berani untuk membantu, dan tidak malu melawan ketidak pedulian dalam hidup bersama di masyarakat kami.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Bila kita meringankan
duka orang yang sengsara,
Tuhan Allah berkenan.
Perhentian 7
Yesus Jatuh Kedua kalinya
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Walau dibantu oleh Simon dari Kirene, namun karena beratnya beban dan sakitnya badan, Yesus jatuh kedua kalinya di bawah salib.  Lebih menyedihkan dari yang pertama.  Namun dengan tenaga yang tersisa, Yesus berusaha berdiri kembali untuk menyelesaikan tugas-Nya.
Dengan enak kita jatuh kembali dalam kesalahan dan dosa yang sama.  Kita tidak tekun untuk bertahan dalam niat baik.  Tuhan tidak suka dengan orang yang puas dengan diri sendiri.  Masih banyak yang harus kita bereskan dalam diri kita, dalam keluarga, dalam masyarakat dan negara kita.  Masih ada banyak soal untuk mewujudkan kesejahteraan antar kita.
Hening…….
Ya Tuhan, karena kami membuat kesalahan dan dosa yang sama, maka Engkau jatuh lagi.  Berilah kami semangat untuk mulai merubah diri dan mengambil langkah yang perlu untuk menghindari terjadinya kesalahan yang merugikan Dikau dan sesama.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Bilamana kami goyah,
dan tercampak kar’na salah,
ya Tuhan, tegakkanlah.
Perhentian 8
Yesus Menasehati para Wanita yang Menangis
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Sejumlah wanita meratapi Yesus yang sedang sengsara.  Daripada menangis, sebaiknya mereka mengikut Yesus dalam jalan salib.  Namun itu tidak mereka lakukan.  Maka mereka ditegur oleh Yesus, “Janganlah menangisi Aku, tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu.”
Tuhan menunjukkan betapa Ia lebih menghargai karya dan amal daripada kata-kata dan airmata yang mengharukan.  Lebih baik kita merubah diri daripada menangisi dosa kita.  Tidak cukup kita menangis bersama orang lain; kita harus juga membuka jalan bagaimana ia dapat keluar dari kesusahannya.
Hening…….
Ya Tuhan Yesus, bebaskanlah kami dari rasa takut terhadap mereka yang menderita.  Janganlah kami menjadi kecil hati bila melihat orang lain menderita.  Bantulah kami agar dalam keadaan apa pun kami mampu melupakan diri sendiri dan berbagi dengan orang lain yang sedang berkesusahan.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Dalam tobat yang sejati,
kini akan kuratapi
dosa dan pelanggaran.
Perhentian 9
Yesus Jatuh Ketiga Kalinya
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Puncak bukit Golgota sudah nampak.  Yesus sudah kehabisan tenaga sama sekali.  Karena berat penderitaan-Nya, Yesus jatuh tersungkur untuk ketiga kalinya.  Namun Ia tidak mau menyerah.  Demi cinta-Nya kepada Bapa dan manusia,  Ia ingin menyelesaikan tugas-Nya.  Untuk pendosa yang tidak mau bertobat, Ia menderita untuk membuka jalan kembali kepada Bapa.  Maka Ia berusaha bangun lagi dan berjalan terus.
Kita pun belum sampai tujuan.  Adakalanya kita merasa semua kurban nampak sia-sia, sehingga semangat kita padam.  Namun yang harus diingat adalah tidak ada derita tanpa arti bagi orang yang percaya kepada Kristus.
Hening…….
Ya Tuhan, Engkau jatuh lagi di bawah salib yang berat.  Namun Engkau tidak menyerah melainkan bangun kembali.  Kami kagum karena hasrat-Mu untuk menyelesaikan jalan yang sia-sia ini.  Maka kuatkanlah semangat kami bila kami putus asa dan ingin menyerah.  Ampuni kmai bila kami patah semangat.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Bila hatiku gelisah
kar’na dosa dan derita,
tanganMu ulurkanlah.
Perhentian 10
Pakaian Yesus Ditanggalkan
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Sesampai di bukit Golgota, Yesus disiapkan untuk disalibkan.  Serdadu-serdadu secara kasar sekali melancarkan penghinaan yang paling keji, menanggalkan pakaian Yesus di depan umum.  Dan luka-luka bekas penderaan mulai berdarah lagi.
Apakah kita berbuat lebih baik bila kita menghina orang lain, menceritakan kelemahan orang lain?  Apakah kita tidak menghina tuhan, bila kita kurbankan kemurnian badan kita?  Tuhan menderita karena kita tidak punya perasaan malu.
Hening…….
Ya Tuhan, dalam hidupMu, Engkau telah menunjukkan kepada kami betapa tinggi bagi-Mu nilai badan manusia.  Ajarilah kami untuk lebih senang berkorban dan bermati raga untuk turut merasakan penderitaan mereka yang hidup berkekurangan daripada hidup enak-enak dan menyalahgunakan badan kami untuk mencari hiburan yang tidak sehat.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
PakaianMu dibagikan,
martabatMu direndahkan;
Kau tinggikan harkatku.
Perhentian 11
Yesus Dipaku di Kayu Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Tibalah saat yang paling ngeri : Para algojo mencampakkan Yesus ke tanah, menembusi tangan dan kaki-Nya dengan paku pada palang penghinaan, yaitu kayu salib.  Setelah itu mereka menegakkan salib itu.  Tanpa mengeluh, Yesus mendoakan para algojo, “Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Kita pun sering terikat pada manusia, pada suatu tugas yang tidak enak, maka kita lari daripadanya.  Namun menjadi pengikut Yesus berarti ikut dipaku di salib.  Sanggupkah kita menyelesaikan tugas perutusan kita?  bukankah kita diutus untuk berbagi?
Hening…….
Tuhan, menjadi pengikut-Mu tidak mungkin setengah-setengah.  Beri kekuatan pada kami agar iman kami semakin dalam kepada-Mu sehingga persaudaraan sejati dapat dibangun.  Menjadi murid-Mu berarti kami harus konsekwen dan terlibat dalam pelayanan berbagi kasih di tengah masyarakat.  Tuhan kuatkanlah kami yang lemah.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Dari salib Kau melihat
tak terbilang yang menghujat,
berapakah yang taat.
Perhentian 12
Yesus Wafat di Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Tiga jam lamanya Yesus bergulat dengan maut.  Tiga jam penuh sengsara, sendirian.  Sampai-sampai Ia merasa ditinggalkan oleh Bapa-Nya, sehingga Ia berteriak dengan suara nyaring : “Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”  Namun Ia tetap taat kepada Bapa sampai wafat dengan berkata, “Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Ku serahkan nyawa-Ku.”
Semua hening sejenak
merenungkan wafat Tuhan dan berlutut
Ketaatan Tuhan Yesus inilah yang mendatangkan penebusan dosa bagi manusia.  Berkurban itu memang pahit, bila ditanya “mengapa”?,  namun membahagiakan bila dilaksanakan dengan ikhlas.  Kurban Kristus adalah jaminannya.  Percayakah kita bahwa jalan salib apa pun bagi kita menjadi jalan bahagia?  Percayakah kita bahwa kurban mana pun membawa berkat bagi kita?  Itu semua berkat salib Kristus
Hening…….
Ya Yesus yang mahabaik, tidak ada cinta yang lebih besar daripada cinta seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabatnya.  Demikian besar cinta-Mu kepada kami, sehingga Engkau rela berkorban menyerahkan Tubuh dan Darah-Mu, untuk kami.  Kami bersyukur dan berterima kasih kepada-Mu.  Tolonglah agar kami dapat menghayati dan meneruskan nilai-nilai Injil ajaran-Mu dan tradisi Gereja Katolik, sehingga kami mau berkurban untuk melibatkan diri dalam permasalahan sosial terutama kemiskinan, kerusakkan lingkungan hidup serta ketidak pedulian dalam hidup bersama.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Biji mati menghasilkan
buah yang berkelimpahan;
wafatMu menghidupkan.
Perhentian 13
Jenazah Yesus Diturunkan
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Maria ikut menderita bersama Putranya.  Maka kini usaha yang terakhir untuk menghormati putranya adalah dengan memakamkan-Nya secara pantas.  Yusuf dari Arimatea menurunkan Yesus dari salib dan merebahkan-Nya pada pangkuan Maria Bunda-Nya.
Sekali lagi Maria memeluk Putranya dan dalam hati ia berkata, “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut kehendak-Mu”.  Dialah abdi Allah yang setia.
Kita pun didampingi Maria baik dalam suka mau pun duka, baik dalam hidup mau pun dalam kematian.  Apakah kita pun sabar mendampingi sesama yang menderita?  Apakah kita yang telah dipersatukan dalam Ekaristi dan mau diutus untuk berbagi?
Hening…….
Bunda Maria, kami kagum melihat sikapmu.  Sikap cinta tanpa pamrih, setia dan percaya kepada Allah.  Doakanlah kami agar kami mampu meneladan cintamu, bukan hanya dalam kata-kata hampa, tetapi nyata dalam hidup dan perbuatan kami, karena iman tanpa perbuatan adalah mati.  Bunda yang berduka cita, melalui Yesus Putra-Mu kami berseru :
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Salib tanda kehinaan
jadi lambang kemenangan
kar’na Tuhan t’lah menang.
Perhentian 14
Jenazah Yesus Dimakamkan
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu.
Sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.
Karena Sabat akan mulai, maka Yesus diminyaki dan segera dimakamkan.  Namun maut tidak dapat menahan Tuhan.   Dari kubur-Nya bangkitlah kehidupan; cinta Yesus lebih kuat dari maut.
“Kalau biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tinggal sendirian!  Namun bila ia mati, ia berbuah banyak.”  Bagi kita orang Kristen, maut tidak boleh menakutkan; bila kita mengikuti Yesus pada jalan salib hidup kita, maka Ia akan menyediakan pula bagi kita hari Paskah yang cerah.
Hening…….
Ya Tuhan, Engkau sendiri juga ingin merasakan kegelapan makam seperti umat manusia.  Kuatkanlah pengharapan kami agar mengalami kebangkitan kelak, meskipun kami masih berziarah di dunia yang masih gelap, biarlah kami percaya kepada Dikau yang sudah bangkit, karena kami telah dipersatukan dalam Ekaristi.
Tuhan kasihanilah kami.
Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Tuhan Yesus dimakamkan,
masuk alam kematian,
sampai bangkit mulia.
Penutup
Saudara-saudari, dalam jalan salib ini kita melihat berbagai contoh semangat berbagi dalam diri orang-orang yang terlibat dalam perjalanan Yesus menuju Golgota; Bunda Maria, Simon dari Kirene, Veronika, perempuan-perempuan Yerusalem, dan puncaknya adalah Tuhan Yesus sendiri.  Marilah kita mohon kepada Tuhan, agar kita yang telah dipersatukan dalam Ekaristi, mau diutus untuk berbagi sehingga semangat berbagi semakin membara dalam diri kita dengan lebih ikhlas dan tulus membantu sesama yang membutuhkan.
Marilah kita berdoa.  (Hening)
Ya allah yang maha pengasih dan penyayang, kami bersyukur karena boleh mengikuti jalan salib Tuhan kami Yesus Kristus.  Terlebih kami bersyukur karena Ia berkenan memberikan teladan unggul semangat berbagi di sepanjang jalan salib ini.  Tumbuhkanlah dan teguhkanlah iman kami akan Yesus Kristus, sehingga kami dapat meneladan dia sebagai Gembala yang Baik, semakin murah hati dan dengan rendah hati giat melibatkan diri dalam berbagai permasalahan sosial di sekitar kami terutama kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup dan intoleransi.
Biarlah Roh Kudus mengobarkan semangat kami untuk menjadikan setiap orang dari seluruh alam ciptaan saudara kami, untuk semakin ramah, rela menyapa, memelihara, giat saling membantu dalam lingkungan dan masyarakat kami.
Ini semua kami mohon dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu tuhan, Gembala dan Penyelamat kami.
Amin.

Misa Requiem

LAGU PEMBUKA (PS 652) -berdiri- 
 
1. Dikau, Tuhan, jadilah impianku, hanya Engkau pangkal bahagiaku. Siang dan malam kupikirkan Engkau; bila Kau hadir, terang hidupku.
2. Jadilah Dikau hikmat kataku, aku serta-Mu, Engkau sertaku. Dikaulah Bapa, dan 'ku anak-Mu, aku dan Dikau bersatu penuh.
3. Jadilah Kau tameng dan pedangku, jadilah Dikau andalah teguh. Dikaulah sumber segala kuasa, hantarlah aku ke surga mulia.
4. Tak kuhiraukan pujian semu, Kaulah pusaka yang tak'kan lekang. Sang Raja kalbuku hanya Engkau, harta surgawi yang aku pegang.
5. O Rajaku, bila aku menang, t'rima di surga, o Surya Terang. Bila kelak s'luruh alam lenyap, sudilah Dikau kupandang tetap.     

     TANDA SALIB DAN SALAM -berdiri- 

I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I.  Allah yang telah membangkitkan Yesus dari alam maut, melimpahkan penghiburan iman kepada saudara-saudari.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
 
PENGANTAR  -berdiri-    
           
SERUAN TOBAT (PS 344)  -berdiri-

I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.

I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengalami kematian sebagai manusia, tetapi dibangkitkan oleh kekuasaan Bapa dalam Roh Kudus.
K. Kyrie, eleison
U. Kyrie, eleison
I. Engkau kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Mu akan memperoleh kehidupan kekal.
K. Christe, eleison
U. Christe, eleison
I. Engkau akan datang dengan mulia untuk mempersatukan kami semua dalam kerajaan surga.
K. Kyrie, eleison
U. Kyrie, eleison.
      
I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin.
     
TANPA KEMULIAAN
          
DOA PEMBUKA -berdiri-
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I  Allah yang mahakuasa, Engkau telah mempercayakan umat-Mu kepada bimbingan Bapa Johannes Pujasumarta, Uskup kami. Kami mohon, semoga berkat jerih payahnya ia dapat beristirahat dalam sukacita-Mu yang kekal. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN I (Keb 4:7-15) -duduk- 
     
"Hidup yang tak bercela, itulah usia lanjut!"
        
L. Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan: 
                   
Orang benar akan mendapat istirahat, meskipun ia mati sebelum waktunya. Sebab bukan panjangnya waktu yang membuat usia terhormat, dan bukan pula banyaknya jumlah tahun. Tetapi, pengertian, itulah uban manusia, dan hidup yang tak bercela, itulah usia lanjut! Karena berkenan pada Allah maka orang benar dikasihi, dan karena hidup di tengah-tengah orang berdosa, ia dipindahkan; ia disentak supaya kejahatan jangan mengubah budinya, dan tipu daya jangan membujuk jiwanya. Sebab pengaruh dari yang buruk menyuramkan yang baik, dan tumpukan hawa nafsu mengubah roh yang tak bercela. Karena sempurna dalam waktu yang pendek, maka orang benar memenuhi waktu yang panjang. Tuhan berkenan kepada jiwanya, maka ia pun diambil dari tengah-tengah kejahatan. Orang memang melihat, tetapi tidak mengerti, dan tidak menaruh perhatian kepada yang berikut ini: kasih setia dan belas kasihan menjadi bagian orang pilihan Allah, bagi orang suci tersedia perlindungan dari-Nya.
   
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN
 (PS 844; Mzm 122.1-2.4-5.6-7;8-9; Ul:1 )
Ulangan: 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Mazmur:

1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
3. Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai Engkau. "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu."
4. Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita ku- mohonkan bahagia bagimu.
            
BACAAN II  (2Tim 2:8-13) -duduk-
    
          "Jika kita bertekun, kita pun akan memerintah dengan Kristus."
 
L.  Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada Timotius:
                                           
Saudaraku terkasih, ingatlah akan ini: Yesus Kristus, keturunan Daud, yang telah bangkit dari antara orang mati, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena pewartaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi sabda Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka pun memperoleh keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Benarlah sabda ini, “Jika kita mati dengan Kristus, kita pun akan hidup dengan Dia. Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
                
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
        
BAIT PENGANTAR INJIL (PS 965) -berdiri-
Ulangan: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku, jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.    
           
BACAAN INJIL (Yoh 6:37-40) -berdiri-
   
    "Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal."
              
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
U. Dimuliakanlah Tuhan.
I. Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.
 
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
HOMILI -duduk-   
    
hening sejenak 
       
DOA UMAT -berdiri-     
I.  Marilah kita berdoa kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, yang membangkitkan Putra-Nya dari alam maut sebagai jaminan hidup abadi bagi semua orang beriman.
   
L. Marilah kita berdoa untuk uskup kita Mgr. Johannes Pujasumarta yang telah meninggal. Semoga ia diikutsertakan dalam perayaan ibadat Surgawi. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Marilah kita berdoa untuk semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi. Semoga mereka disinari dengan cahaya cinta kasih Tuhan. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Untuk semua yang hadir di sini, semoga kita semakin yakin, bahwa persaudaraan yang diikat dalam Ekaristi Kudus, tidak dapat diputuskan oleh kematian. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 
 
L. Untuk seluruh umat Allah, semoga semua anggotanya memberi kesaksian tentang kebangkitan Kristus dengan sikap cinta dan semangat berkurban. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.


---- hening sejenak, menyampaikan ujud pribadi masing-masing dalam hati ----

I. Ya Tuhan, kami mohon, semoga doa kami berguna bagi keselamatan saudara-saudari kami yang telah meninggal. Bebaskanlah mereka dari dosa dan limpahkanlah penebusan-Mu kepada mereka. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.            
       
   
LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN


LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 712) 
  

Tuhan, berikanlah istirahat, abadi dan tenang bagi yang wafat. Beri pengampunan segala dosanya, kar'na mahamurah hati-Mu, Allah.

Kami berimankan sabda Putra: "Aku kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapalah percaya 'kan Daku, ia akan hidup untuk s'lamanya."

Kami menantikan saat itu: maut akan lenyap diganti hidup. S'moga kami kelak memandang wajah-Mu disinari terang dalam rumah-Mu.
  
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN -berdiri- 

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Allah yang mahamurah, kami minta belas kasihan-Mu bagi Uskup kami Mgr. Johannes Pujasumarta. Semasa jabatannya ia mempersembahkan kurban ini untuk keselamatan umat. Semoga sekarang kurban yang sama ini mendatangkan pengampunan baginya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
 
B. DOA SYUKUR AGUNG

  

PREFASI  (Prefasi Arwah)  -berdiri- 
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab Dialah yang telah menumbuhkan harapan kokoh dan kebangkitan mulia; sehingga kami yang sering takut akan maut yang tak terelakkan itu sungguh-sungguh dihibur oleh hidup abadi yang telah dijanjikan kepada kami. Oleh karena itu, sebagai umat beriman kami yakin bahwa hidup hanyalah diubah, bukannya dilenyapkan; bahwa suatu kediaman abadi tersedia bagi kami di surga bila pengembaraan kami di dunia ini berakhir. Maka, kami bermadah memuliakan Dikau bersama-sama para malaikat dan seluruh laskar surgawi yang tak henti-hentinya bernyanyi:
    
SANCTUS (PS 388)
 
Sanctus, Sanctus, Sanctus,
Dominus Deus Sabbaoth;
Pleni sunt caeli et terra gloria Tua.
Hosanna in excelsis.
Benedictus qui venit in nomine Domini.
Hosanna in excelsis


(Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.)   
            
DOA SYUKUR AGUNG I (untuk selebran: buka TPE Imam) -berlutut/berdiri-      

I. Ya Bapa yang mahamurah, dengan rendah hati kami mohon demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami:  Sudilah menerima dan memberkati  pemberian ini, persembahan ini, kurban kudus yang tak bernoda ini. 
  
I. Kami mempersembahkan kepada-Mu pertama-tama untuk Gereja-Mu yang kudus dan katolik. Semoga Engkau memberikan kepadanya damai, perlindungan, persatuan, dan bimbingan di seluruh dunia bersama hamba-Mu Paus kami Fransiskus dan uskup kami .... (N) serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman katolik, sebagaimana kami terima dari para rasul.
  
(bagian N disebut bila sudah ditunjuk disebut nama uskup yang baru, atau Uskup Koajutor atau Uskup Auxilier atau Administrator Apostolik, tidak termasuk Administrator Diosesan, dasar PUMR 149)
      
I. Ingatlah, ya Tuhan, akan hamba-Mu Mgr. Johannes Pujasumarta yang meminta doa kami; dan semua orang yang berhimpun di sini, yang iman dan baktinya Engkau kenal dan Engkau maklumi; bagi mereka, kurban ini kami persembahkan kepada-Mu. Ingatlah juga akan mereka yang mempersembahkan kepada-Mu kurban pujian ini bagi dirinya sendiri dan bagi kaum kerabatnya untuk penebusan jiwa mereka, untuk keselamatan dan kesejahteraan yang mereka harapkan dari-Mu, ya Allah yang benar, hidup dan kekal.
         
Communicantes 

Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami mengenang dan menghormati: terutama Santa Perawan, tetap perawan mulia, Bunda Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami,

Santo Yusuf, suaminya, serta para rasul dan para martir-Mu yang bahagia, Petrus dan Paulus, Andreas (Yakobus dan Yohanes, Tomas, Yakobus dan Filipus, Bartolomeus dan Matius, Simon dan Tadeus: Linus, Kletus, Klemens dan Sikstus, Kornelius dan Siprianus, Laurensius dan Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu. Atas jasa dan doa mereka, lindungilah dan tolonglah kami dalam segala hal. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.
      
(ada rumus lain untuk kesempatan khusus)

I*Maka kami mohon, ya Tuhan, sudilah menerima persembahan kami, hamba-hamba-Mu, dan persembahan seluruh keluarga-Mu ini: bimbinglah jalan hidup kami dalam damai-Mu, luputkanlah kami dari hukuman kekal, dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.
   
I. Ya Allah, kami mohon, sudilah memberkati dan menerima persembahan kami ini sebagai persembahan yang sempurna, yang benar, dan yang berkenan pada-Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus.

I. Pada hari sebelum menderita Ia mengambil roti dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia, dan sambil menengadah kepada-Mu, Allah Bapa-Nya yang mahakuasa, Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
 
Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.

       
Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut. Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat.
         
Demikian pula, sesudah perjamuan, Ia mengambil piala yang luhur dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:   
  
Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.   
            
Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut. Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat. 
               
AKLAMASI ANAMNESIS
I. Marilah mewartakan misteri iman.
U. Yesus, Tuhan kami, dengan wafat, Engkau menghancurkan kematian; dengan bangkit, Engkau memulihkan kehidupan. Datanglah dalam kemuliaan.
     
I. Oleh karena itu, ya Bapa, kami, hamba-Mu, dan juga umat-Mu yang kudus mengenangkan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: penderitaan-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan juga kenaikan-Nya yang mulia ke surga.
 
Dari anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, ya Allah, yang mahamulia, kami mempersembahkan kepada-Mu, kurban yang murni, kurban yang suci, kurban yang tak bernoda, roti suci kehidupan abadi dan piala keselamatan kekal.
  
Sudilah memandang persembahan ini dengan hati yang rela dan wajah berseri; dan sudilah menerimanya seperti Engkau berkenan menerima persembahan hamba-Mu Habel dan kurban leluhur kami Abraham dan seperti Engkau berkenan menerima kurban suci dan tak bernoda yang dipersembahkan kepada-Mu oleh Melkisedek, Imam Agung-Mu.
  
I. Kami mohon kepada-Mu, ya Allah yang mahakuasa: utuslah malaikat-Mu yang kudus mengantar persembahan ini ke altar-Mu yang luhur, ke hadapan keagungan ilahi-Mu, agar kami semua yang mengambil bagian dalam perjamuan ini, dengan menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu, dipenuhi dengan segala berkat dan rahmat surgawi. Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
 
I. Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba-Mu Mgr. Johannes Pujasumarta yang telah mendahului kami dengan meterai iman dan beristirahat dalam damai.            
   
I. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, perkenankanlah mereka dan semua orang yang telah beristirahat dalam Kristus mendapatkan kebahagiaan, terang dan damai. Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
 
I. Perkenankanlah juga kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa ini, yang berharap atas kerahiman-Mu yang melimpah, mengambil bagian dalam persekutuan dengan para rasul dan para martir-Mu yang kudus: dengan Yohanes Pembaptis, Stefanus, Matias dan Barnabas, (Ignasius dan Aleksander, Marselinus dan Petrus, Felisitas dan Perpertua, Agata, dan Lusia, Agnes, Sesilia, dan Anastasia) dan semua orang kudus-Mu: perkenankanlah kami menikmati kebahagiaan bersama mereka, bukan karena jasa-jasa kami, melainkan kelimpahan pengampunan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
        
I. Dengan pengantaraan Dia, Engkau senantiasa menciptakan menguduskan, menghidupkan, memberkati, dan menganugerahkan segala yang baik kepada kami.
   
I. Dengan pengantaraan Kristus, - bersama Dia dan dalam Dia, - bagi-Mu,- Allah Bapa yang mahakuasa, - dalam persekutuan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
U. Amin.
           

(Apabila akhir Doa Syukur Agung ini dinyanyikan Imam, maka "Amin" dinyanyikan umat, lihat TPE hlm 57)
     
C. KOMUNI

  
BAPA KAMI (PS 402) -berdiri- 

      
I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
      
I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
      
DOA DAMAI -berdiri- 
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.  

I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
                  
AGNUS DEI (PS 409) -berdiri-
 
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, miserere nobis.
(Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami)
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, miserere nobis.
 (Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami)
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, dona nobis pacem.
(Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, berilah kami damai.)
    
PERSIAPAN KOMUNI -berlutut/berdiri-

Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

KOMUNI   
                   
LAGU KOMUNI 1 
(PS 646) -berlutut-
Ulangan: Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku.
Mazmur:

1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam aku tidak takut akan bahaya, Sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa. 
       
LAGU KOMUNI 2  -berlutut-
          
SAAT HENING -duduk-
   DOA SESUDAH KOMUNI -berdiri- 

I. Marilah kita berdoa:
I.  Allah yang Mahamurah, kmai telah menyambut sakramen keselamatan. Kabulkanlah permohonan kami bagi uskup-Mu Mgr. Johannes Pujasumarta yang semasa hidupnya melayani umat dengan sabda dan santapan suci. Di dunia ini ia telah mewartakan misteri iman; semoga di surga ia menikmati kepenuhannya dengan nyata. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin. 
 
RITUS PENUTUP


PENGUMUMAN -duduk-


BERKAT -berdiri- 

   
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
  
PENGUTUSAN

I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.

I. Marilah pergi! Kita diutus.
U. Amin. 
        
PERARAKAN KELUAR (PS 709)
In paradisum deducant te angeli,

in tuo adventu
suscipiant te martyres, 

et perducant te
in civitatem sanctam Jerusalem.
Chorus angelorum te suscipiat,
et cum Lazaro quondam paupere
aeternam habeas requiem.
        

Ke dalam firdaus, s'moga malaikat mengantarmu

Semoga para martir menyambut kedatanganmu 
dan menuntunmu ke kota suci Yerusalem.
Semoga kau dit'rima bala malaikat 
dan bersama si miskin Lazarus, beroleh istirahat kekal.